Rindu adalah buah dari menunggu
Datangnya tak tentu waktu
Rasanya pun sakit seperti tersayat sembilu
Rindu adalah buah dari menunggu
Bersama hujan tumbuh subur di dadaku
Mengalir lembut dari ujung mataku
Rindu adalah buah dari menunggu
Hening seperti tawamu
Yang lama hilang dari ingatanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar